KONDISI GEOGRAFI

Website Resmi Pemkab Halmahera Selatan

Kondisi Geografis Kabupaten Halmahera Selatan

Secara astronomi Kabupaten Halmahera Selatan terletak antara 126° 45’ BT dan 129° 30’ BT dan 0° 30’ LU dan 2° 00’ LS. Kabupaten merupakan wilayah kepulauankarena sebagain besar wilayahnya berupa pulau yang dikelilingi perairan yaitu Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram dan dipisahkan oleh selat. Daratan Kabupaten Halmahera Selatan seluas 8779,32 km2 (22%) dan luas lautan sebesar 31.484,40 km2 (78%). Ada enam pulau utama diantara pulau-pulau kecil di Kabupaten Halmahera Selatan yaitu Pulau Obi, Pulau Bacan, Pulau Makian, Pulau Kayoa, Pulau Kasiruta dan Pulau Mandioli. Sisanya berada di bagian selatan semenanjung Pulau Halmahera.

Batas wilayah

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Halmahera Barat dan Kota Tidore Kepulauan
Selatan Laut Seram
Barat Laut Maluku
Timur Laut Halmahera
Topografi

Sebagai wilayah kepulauan maka topografi wilayah Kabupaten Halmahera Selatan seluas 61,1 persen tergolong lahan agak curam (derajat kemiringan 15-40%) dan lahan curam (derajat kemiringan >40%). Hanya 38,9 persen saja tergolong datar dan landai yang banyak terdapat di wilayah pesisir. Semakin ke dalam dan jauh dari pantai maka kebanyakan lahan berbukit-bukit. Kabupaten Halmahera Selatan memiliki beberapa gunungtermasuk gunung berapi diantaranya adalah Gunung Buku Sibela (2.111 m), Gunung Buku Uwatcain (1.200 m), Gunung Obi (1.611 m), Gunung Buku Karoang (1.127 m) sedangkan beberapa gunung merupakan gunung berapi yaitu Gunung Makian (1.357 m), Gunung Buku Amasing (1.030 m), Gunung Buku Bibinoi (875 m), Gunung Tigalalu (422 m), Gunung Buku Suanggi, Gunung Buku Lansa dan Gunung Buku Songa.

Klimatologi

Karakteristik iklim wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata antara 1.000 mm sampai dengan 2.000 mm. Curah hujan ini hampir merata di Pulau Bacan dan sekitarnya, Pulau Obi dan sekitarnya serta semenanjung Halmahera bagian Selatan. Selain itu Kabupaten Halmahera Selatan juga dipengaruhi oleh dua musim yaitu Musim Utara pada bulan Oktober-Maret yang diselingi angin Barat dan Pancaroba pada bulan April. Sedangkan Musim Selatan pada bulan September diselingi angin Timur dan Pancaroba pada bulan Oktober. Berdasarkan tingkat curah hujan 1.250 – 3.250 mm/tahun dengan sebaran curah hujan di mayoritas wilayah Kabupaten Halmahera Selatan adalah 2.250 mm/tahun dan curah hujan tertinggi yaitu 3.250 mm/tahun terjadi di dataran tinggi.

Hidrologi

Kondisi hidrologi (kondisi air permukaan dan air tanah) Kabupaten Halmahera Selatan dipengaruhi oleh iklim, curah hujan serta keberadaan sungai dan danau. Berdasarkan keberadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang telah teridentifikasi, Kabupaten Halmahera Selatan memiliki 151 DAS dan 5 buah danau

Daftar Kecamatan

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 kecamatan dalam wilayah administrasi Kabupaten Halmahera Selatan menjadi 30 kecamatan dimana semula berdasarkan UU No. 1 Tahun 2003 terdiri atas 9 kecamatan. Berikut nama-nama kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan:

  1. Kecamatan Bacan
  2. Kecamatan Bacan Barat
  3. Kecamatan Bacan Barat Utara
  4. Kecamatan Bacan Selatan
  5. Kecamatan Bacan Timur
  6. Kecamatan Bacan Timur Selatan
  7. Kecamatan Bacan Timur Tengah
  8. Kecamatan Kepulauan Batang Lomang
  9. Kecamatan Gane Barat
  10. Kecamatan Gane Barat Selatan
  11. Kecamatan Gane Barat Utara
  12. Kecamatan Gane Timur
  13. Kecamatan Gane Timur Selatan
  14. Kecamatan Gane Timur Tengah
  15. Kecamatan Kasiruta Barat
  16. Kecamatan Kasiruta Timur
  17. Kecamatan Kayoa
  18. Kecamatan Kayoa Barat
  19. Kecamatan Kayoa Selatan
  20. Kecamatan Kayoa Utara
  21. Kecamatan Kepulauan Joronga
  22. Kecamatan Makian Barat
  23. Kecamatan Mandioli Selatan
  24. Kecamatan Mandioli Utara
  25. Kecamatan Obi
  26. Kecamatan Obi Barat
  27. Kecamatan Obi Selatan
  28. Kecamatan Obi TImur
  29. Kecamatan Obi Utara
  30. Kecamatan Pulau Makian
Demografi

Jumlah penduduk Kabupaten Halmahera Selatan tahun 2011 sebanyak 203.707 jiwa. Rasio jenis kelamin menunjukan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Pada tahun 2011 data menunjukan jumlah laki-laki mencapai 104.240 jiwa dan perempuan mencapai 99.467 jiwa. Kecamatan Bacan merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk paling banyak, yaitu 19.991 jiwa. Sedangkan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah kecamatan Kayoa Utara, dengan jumlah penduduk 2.727 jiwa.