Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan..

Kepala Daerah

  • Hi. Bahrain Kasuba, S.Pd., M.Pd

    Bupati Halmahera Selatan
  • Iswan Hasjim, ST., MT

    Wakil Bupati Halmahera Selatan

Wajah Ibukota

  • Tugu Pala Jl. Lintas Sayoang kilometer nol.
    2019
  • Masjid Raya Hal-Sel Jl. Lintas Sayoang kilometer nol.
    2019
  • Taman Kota
    2019

Pengumuman

# Pengumuman Tanggal Pengumuman
1 PENGUMUMAN HASIL SELEKSI JPT PRATAMA KAB.HALMAHERA SELATAN 30/06/2020

Berita Daerah

Halsel Ikut Serta Pada Event Pekan Sagu Nusantara 2020

Post : Lensa Saruma | 20/10/2020 | Kegiatan

Labuha-Kabupaten Halmahera Selatan turut serta dalam event Pekan Sagu Nusantara 2020 mewakili Provinsi Malu... Selengkapnya...

Rakor guna membahas perkembangan Pasar Tuwokona

Post : Lensa Saruma | 13/10/2020 | Infrastruktur

Labuha - Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba didampingi Wakil Bupati Iswan Hasjim mengadakan R... Selengkapnya...

Pemda Halsel Ikuti Upacara HUT TNI Ke-75 Secara Virtual Bersama Forkopimda Halsel.

Post : Lensa Saruma | 05/10/2020 | Kegiatan

Labuha - Pemerintah Daerah Halmahera Selatan bersama Forkopimda mengikuti jalannya Upacara Hari Ulang Tahun... Selengkapnya...

Pemda dan Forkopimda Halsel Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2020 Secara Virtual

Post : Lensa Saruma | 01/10/2020 | Kegiatan

Pemda dan Forkopimda Halsel Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2020 Secara Virtual

Labuha– ... Selengkapnya...

Tidak Gunakan Masker, Satgas Halsel Beri Sanksi Sosial

Post : Lensa Saruma | 30/09/2020 | Sosial

LABUHA- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Halmahera Selatan (Halsel) mulai berlakukan sanksi bagi p... Selengkapnya...

Artikel

BATU BACAN

LS | 21/07/2020

BATU BACAN

Batu Bacan merupakan salah satu potensi tambang di Halmahera Selatan yang memilik... Selengkapnya...

SEJARAH HALMAHERA SELATAN

LS | 21/07/2020

Sejarah Kabupaten Halmahera Selatan berawal dari sejarah tentang “Jazirat al-Mulk”, yaitu nama ... Selengkapnya...

Aktifitas Daerah

>>> Video : Penutupan Porprov III Malut 2019 Disertai Parade Nusantara 21 12 19 <<<

Goverment Public Relations (GPR)

Pelayanan Publik

Infrastruktur

Pariwisata

Widi Island
Lokasi : Gane Timur Selatan
Deskripsi :

Kepulauan Widi menyimpan sejuta pesona yang akan menjadi pengalaman tak terlupakan bila Anda mengunjungi tempat ini. Kepulauan Widi berada di Desa Gane Luar. Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku utara.

Pulau-pulau di kepulauan Widi memiliki keunikan tersendiri, hamparan pasir putih yang luas, laut  jernih bagaikan kristal, terumbu karang dan  kaya dengan berbagai jenis ikan, akan membuat wisatawan takjub. 

Kepulauan Widi bisa dikatakan sebagai kepulauan terindah di Provinsi Maluku Utara sehingga tidak heran tempat ini sering dikunjungi oleh wisatawan. Di Kepulauan Widi terdapat 99 pulau, 3 atol dan mempunyai dua gugusan pulau yang dikenal oleh masyarakat nelayan, yakni Pulau Daga Gane ( berhadapan dengan Kecamatan Gane) dan Daga Weda ( berhadapan dengan Kecamatan Weda). 

Pulau ini menjadi surga bagi para nelayan sebagai sumber mata pencaharian mereka, karena mempunyai  potensi perikanan yang besar. Kepulauan Widi memiliki banyak spot wisata bawah laut dan menjadi surga bagi para penggemar diving dan snorkeling.

________________________________________
Widi Island save a million charms that will not be forgotten when you visit this place. Widi Island is in the village of Gane outside. The islands in the Widi archipelago have their own uniqueness, broad white sand, clear sea, coral reefs and rich in various types of fish, will amaze visitors. 

Widi Island, in a certain sense, is the most beautiful island in the province of North Maluku, so it's no wonder the islands are often visited by tourists. Widi Island contains 99 islands, 3 atolls and has two groups of islands known by the fishing community, namely, Daga Gane Island (opposite Gane) and Daga Weda (opposite Weda). 


This islandis a paradise for fisherman as a source of their livelihood. Widi Islands has many underwater tourist attractions and is a paradise for fans of diving and snorkeling.

Tarian Togal
Lokasi : -
Deskripsi :

-

Pulau Sali
Lokasi : Bacan Timur
Deskripsi :

---

Benteng Bernaveld
Lokasi : Desa Labuha, Kecamatan Bacan
Deskripsi :

Benteng Barnaveld terletak di Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Kota Bacan. Benteng ini berbentuk segiempat, dilengkapi dengan tembok pertahanan yang rendah. Pada tembok pertahanan ini ditempatkan masing-masing sebuah bastion. Selain bastion dibangun pula pintu gerbang yang berbentuk melengkung dan diperluas serta dilengkapi dengan sebuah sumur dan sebuah tangga dari batu. Juga terdapat bangunan-bangunan kolonial yang masih terpelihara rapi.

Benteng Barnaveld merupakan salah satu benteng yang dibangun oleh Portugis pada abad 15 di Limau Seki Botang Ra Lipu Babayan (Bacan). Bangunan benteng ini pada mulanya hanya berupa loji (gudang) kayu untuk tempat penampungan rempah-rempah biaji nang bua lawa (cengkeh) dan seki nang selong (kemiri dan damar). Pada abad ke 16 atau 1609 M, atas nama pemerintah Hindia maka
diutuslah Simon Janes Van Howen, dan Letnan Andrian Van Dosen bersama puluhan serdadu datang melaakukan hubungan kerjasama dengan Sultan Alawaddin, dan kemudian merenofasi benteng ini dari bentuk kubus menjadi Bintang Welhelmina dan dilengkapi dengan meriam-meriam pada tiap sudutnya. Tembok dalam benteng ini juga di cat berwarna orange, berles dinding dasar hitam serta berlantai marmer cokelat muda. Masyarakat Bacan juga biasa menyebutnya dengan benteng orange.

 

Barnaveld's fortress is located in the village of Labuha, Bacan district, Bacan city. It's a fourth-shaped fortress, equipped with a low bulwark. On these bulwark place each one a bastion. In addition to the bastion were a curved and extended gate that was equipped with a well and a stone ladder. Colonial buildings were also well-preserved.

Barnaveld's fortress was one of the 15th-century Portuguese built in limau seki botang ra lipu babayan (Bacan). Originally it consisted only of wooden loji (storehouse) for the spices biaji nang bua lawa (clove) and seki nang selong (pecan and amber). In the 16th or 1609 centuries c.e., on behalf of the Indian government
 Simon Janes Van Howen was sent out, and Lieutenant Andrian Van Dosen along with dozens of soldiers came in partnership with Sultan Alawaddin, and then reconstructed this fort from the cube into a welhelmina star and equipped with cannons at each corner. The walls within the fortress are also painted in orange, studded with blackness and marble. Bacan people also refer to it as fort orange.

Info Grafis

  • Data Izin Usaha
    Sektor : Lainnya

Link Terkait :