PDRB Kabupaten Halmahera Selatan

PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000 (HK) tahun 2011-2015 mengalami pertumbuhan rata-rata 6,41% yaitu dari Rp 2.399,89 milyar pada tahun 2011 menjadi Rp 3.077,30 milyar pada tahun 2015. Selama tahun 2011-2015, lima sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB atas dasar harga konstan adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (rata-rata 36,43%), perdagangan besar dan eceran (rata-rata 16,76%), administrasi pemerintahan dan jaminan sosial (rata-rata 10,47%),  pertambangan dan penggalian (rata-rata 9,88%), serta industri pengolahan (rata-rata 9,37%). Perkembangan nilai PDRB atas dasar harga konstan dan kontribusi sektor dalam PDRB Kabupaten Halmahera Selatan selama 5 tahun terakhir

PDRB atas dasar harga berlaku (HB) tahun 2011-2015 mengalami pertumbuhan rata-rata 12,18% yaitu dari Rp 2.531,07 milyar pada tahun 2011 menjadi Rp 4.006,86 milyar pada tahun 2015. Selama tahun 2011-2015, lima sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB atas dasar harga berlaku adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (rata-rata 35,29%), perdagangan besar dan eceran (rata-rata 18,26%), administrasi pemerintahan dan jaminan sosial (rata-rata 11,35%),  industri pengolahan (rata-rata 9,30%), serta pertambangan dan penggalian (rata-rata 7,40%). Kontribusi masing-masing sektor dalam pertumbuhan PDRB AHb Kabupaten Halmahera Selatan.

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Halmahera Selatan selama 4 tahun fluktuatif. Pada tahun 2012 perekonomian tumbuh 6,78%, kemudian melambat menjadi 6,45% pada tahun 2013. Pada tahun 2014 kinerja sektor-sektor ekonomi pertumbuhannya meningkat kembali menjadi sebesar 6,65% akan tetapi tahun 2015 kinerja pertumbuhan ekonomi kembali melambat pada angka 5,78%. Grafik berikut memperlihatkan laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Halmahera Selatan selama 5 tahun terakhir

PDRB perkapita menurut harga berlaku (HB) selama 5 tahun meningkat rata-rata 11,05% per tahun yaitu dari Rp. 12.418.042,00 pada tahun 2011 menjadi Rp. 16.996.058,00 pada tahun 2014. Sedangkan PDRB perkapita menurut harga konstan 2000 (HK) meningkat rata-rata 4,66% per tahun yaitu dari Rp. 11.774.445,00 pada tahun 2011 menjadi Rp. 13.497.904,00 pada tahun 2014. PDRB per kapita selama 5 tahun terakhir.

Inflasi Kabupaten Halmahera Selatan masih mengacu pada inflasi Provinsi Maluku Utara selama periode tahun 2011-2015 fluktuatif yaitu dari 4,52% pada tahun 2011 menjadi 4,52% pada tahun 2015 di atas rata-rata inflasi nasional

Pada tahun 2015 inflasi tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran sandang sebesar 12,63%, dan terendah pada kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -2,90%.

Indeks Gini

Pemerataan hasil pembangunan biasanya dikaitkan dengan masalah kemiskinan. Secara logika, jurang pemisah (gap) yang semakin lebar antara kelompok penduduk kaya dan miskin berarti kemiskinan semakin meluas dan sebaliknya. Dengan demikian orientasi pemerataan merupakan usaha untuk memerangi kemiskinan. Tolok ukur untuk menghitung tingkat pemerataan pendapatan antara lain dengan Indeks Gini atau Gini Ratio. Adapun kriteria kesenjangan/ketimpangan adalah G < 0,30 berarti ketimpangan rendah, 0,30 ≤ G ≤ 0,50 berarti ketimpangan sedang dan G > 0,50 berarti ketimpangan tinggi.

Indeks Gini di Kabupaten Halmahera Selatan selama tahun 2011-2015 menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan penduduk di Kabupaten Halmahera Selatan pada kategori sedang dengan indeks gini rata-rata 0,264 masih di bawah angka rata-rata provinsi Maluku Utara sebesar 0,314 dan nasional 0,410.

Apabila dikaitkan dengan angka pendapatan per kapita yang semakin meningkat dengan angka indeks Gini yang semakin menurun mengindikasikan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk Kabupaten Halmahera Selatan semakin meningkat dan semakin banyak penduduk yang dapat menikmatinya.

 

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn