Objek Wisata

Destinasi Pariwisata Unggulan

( Destinations Featured Tourism )

Kawasan peruntukan pariwisata meliputi tema wisata alam dan tema wisata budaya. Kawasan wisata alam berada di:

  • Kepulauan Gura ici, Kecamatan Kayoa
  • Kepulauan Widi, Kecamatan Gane Timur Selatan
  • Pulau Nusa Ra, Kecamatan Bacan
  • Pulau Sali, Kecamatan Bacan Timur

Sedang kawasan wisata budaya berada di Kecamatan Bacan yang memiliki warisan budaya dari Kesultanan Bacan Halsel Kaya Akan Potensi Alam Siapa yang tidak bangga bisa menginjakan kaki di Bumi Saruma (Halmahera Selatan)? Daerah yang penuh dengan berjuta kekayaan alam yang terham
par dari ujung Pulau Makian sapai ujung Obi Selatan. Walaupun usianya masing terbilang seumur jagung, namun kalu berbicara masalah potensi dan kekayaan alamnya boleh dibilang “ tidak ada matinya”. Mulai dari kekayaan hasil hutan, hasil perkebunan, hasil laut, hasil tambang,keanekaragaman hayati, baik flora dan faunanya hingga kekayaan budaya, bahari dan kulinernya semua merupakan anugerah ilahi yang mejadi keuanggulan komparatif Halmahera Selatan.

Air Terjun Bibinoi.

Saat ini Halmahera Selatan terfokus pada sektor pariwisata, karena pariwisata adalah sektor yang akan terus hidup sepanjang umur manusia itu sendiri. Yang “dijual” dari pariwisata adalah hospitality (kenyamanan) dan eksotisme. Halmahera Selatan memiliki segudang destinasi yang menawarkan eksotisme yang digandrungi oleh para wisatawan, antara lain destinasi wisata bahari (Kepulawan Widi, Pulau Sali, Pulau Nusa’Ra dan Guraici), wisata budaya dan sejarah (Kesultanan, Tarian, Benteng), wisata kuliner danwisata alam (air terjun, danau, hutan)  Terjun Bibinoi, terletak di sebelah Timur Kota Labuha, di Desa Bibinoi Kecamatan Bacan Timur Tengah, untuk menuju ke lokasi wisata ini dapat menggunakan angkutan umum/mobil rental. Kira-kira menempuh waktu 2 jam dari Labuha (pusat kotanya Bacan). Air terjun ini juga memiliki daya tarik tersendiri karena tempatnya yang asri dan masih alami. Airnya yang begitu deras membuat disekitar terasa segar. Dua jam perjalanan
terbayarkan dengan kealamian Air Terjun Bibinoi.

Pulau Widi.

Kepulawan Widi dikenal dengan sebutan “Pulau Widi” Kepulauan Widi menyimpan sejuta pesona yang akan menjadi pengalaman tak terlupakan bila Anda mengunjungi tempat ini. Kepulauan Widi berada di Desa Gane Luar. Kecepatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku utara.
Pulau-pulau di kepulawan Widi memiliki keunikan tersendiri, hamparan pasir putih yang luas, laut yang
jernihnya bagaikan kristal, terumbu karang dan kaya dengan berbagai jenis ikan, membuat anda akan takjub disini. Kepulauan Widi bisa dikatakan sebagai kepulauan terindah di Provinsi Maluku Utara sehingga tidak heran tempat ini sering dikunjungi oleh wisatawan. Kepulauan Widi terdapat 99 pulau, 3 atol dan mempunyai dua gugusan pulau yang dikenal oleh masyarakat nelayan, yakni Pulau Daga Gane ( berhadapan dengan Kecamatan Gane) dan Daga Weda ( berhadapan dengan Kecamatan Weda). Pulau ini menjadi surga bagi para nelayan sebagai sumber mata pencaharian mereka, karena mempunyai
potensi perikanan yang besar.
Kepulauan Widi memiliki banyak spotwisata bawa laut dan menjadi surga bagi para pemgemar diving dan snorkeling. Pada zaman pembebasan irian barat, Kepulauan Widi dijadikan sebagai pangkalan
transit bagi pasukan Indonesia yang membebaskan Irian Barat. Oleh karenanya masyarakat sekitar meyakini ada landasan pesawat terbang yang terdapat di Pulau Widi.

Pulau Sali.

Pulau Sali Kecil terletak di Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan. Perjalanaan menuju Pulau Sali dari Desa Babang menggunakan Speed Boat sekitar 25-30 menit. Pulau Sali saat ini sedang dibangun tempat wisata bertaraf internasional, ini kerja sama antar Pemerintah Daerah dengan pihak investor asing asal Jerman, untuk mengelola Pulau Sali menjadi sebuah kawasan Resort wisata Internasional. Saly Bay Resort yang merupakan salah satu dari 4 bintang baru ini terletak di Teluk yang terlindung di bagian Maluku Utara tepatnya di Lautan Halmahera Selatan, keanekaragaman hayati laut tertinggi ada di sini untuk menyegarkan kembali keindahannya yang murni dan belum terjamah. Saly Bay Resort memiliki rumah terumbu seluas 600  meter ini, menawarkan petualangan snorkeling dan menyelam yang menakjubkan.

Pulau Nusa Ra.

Pulau Nusa Ra merupakan salah satu pulau kecil di Pulau Bacan. Nusa Ra memiliki pengertian “Nusa” artinya “Pulau” & “Ra” artinya “Besar”. Pulau ini dikhususnya untuk kawasan wisata. Pantai ini cocok untuk bermain air dan snorkeling. Anda bisa menyewa speedboat ke lokasi ini dari pelabuhan Habibi dengan perjalanan sekitar 15 menit. Nusa Ra memiliki beberapa fasilitas wisata diantaranya, Banana Boat, Jet Sky, dan alat snorkeling. Nusa Ra juga menyediakan cottage bagi wisatawan yang ingin bermalam. Fasilitas penunjang lainnya adalah Aula, Mushollah, Air Bersih, Listrik. Nusa Ra juga menjangkau jaringan seluler (Telkomsel) dengan kecepatan 4G yang dipancarkan langsung dari tower Telkomsel Kota Labuha.

Pulau Gura Ici.

Pulau Guraici terletak di Wilayah Kayoa, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.
Pulau Guraici adalah salah satu primadona Halmahera Selatan yang ramai dikunjungi wisatawan karena pasir putihnya yang halus, lautnya yang jernih. Kepulauan ini terletak digaris khatulistiwa sehingga suhu di sini panas. Oleh karena itu, pengunjung perlu menyiapkan  sunblock.
Pulau Guraici juga merupakan pulau kecil yang tidak berpenghuni, Guraici sendiri dalam bahasa setempat memiliki arti “kebun kecil”, yakni “Gura” artinya “kebun” dan “Ici” artinya “kecil”. Di perairan
ini terdapat taman bawah laut yang menakjubkan. Air yang jernih dan bebas dari sampah, sangat cocok untuk anda yang ingin memuaskan diri dengan berenang dan diving atau snorkeling untuk menikmati keindahan bawah laut.

Dermaga Biru ( Derbi ).

Sesuai dengan namanya, Dermaga Biru didominasi dengan cat berwarna biru. Disamping Dermaga Biru terdapat tempat wisata Pantai Derbi. Pantai kecil ini terdapat rumah makan dan cottage. Airnya yang tenang sangat aman untuk anak-anak bermain air. Dari pantai ini, anda akan meelihat Pulau Halmahera dari jauh. Transportasinya cukup mudah menuju destinasi ini, dari Kota Labuha hanya membutuhkan waktu 25 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Wisata Budaya. ( Culture Tourism )

Meneropong dari dekat Halmahera Selatan, maka kita akan menemukan bahwa Halmahera Selatan merupakan miniatur budaya nusantara, karena keanekaragaman kekayaan budaya yang menyatu dalam kehidupan heterogen. Sejak jaman dahulu di Halmahera Selatan terdapat beragam suku adat hidup dalam ketentraman yang dibingkai dalam pluralitas kebudayaan. Ada 18 rumpun etnis yang tersebar di Halmahera Selatan dengan ciri khas bahasanya masing-masing. 18 rumpun suku sebagaimana dimaksud adalah suku Bacan, Makian, Kayoa, Tobelo, Galela, Ternate, Tidore, Bajo, Buton, Bugis, Makasar, Gorontalo, Timor, Sula, Cina, Arab, dan Jawa. Dimana 18 rumpun suku diatas menganut dua agama sebagai pedoman keyakinannya, yakni agama Islam dan Kristen.
Akan tetapi khusus untuk pemeluk agama Islam adalah penduduk mayoritas. Wisata budaya yang ada di Halmahera Selatan cukup banyak keterkaitan dengan Kesultanan Bacan dan peninggalan penjajahan Portugis di tanah Saruma diantaranya Benteng Barnaveld (Barnaveld fort), Mesjid Sultan Bacan (Mosque Of Sultan Bacan), dan Kedaton Sultan Bacan (Palace Of Sultan Bacan).

Kedaton Sultan Bacan. ( Kedaton Sultanate )

Kedaton ini terletak di pusat kota Labuha yang dibangun pada masa Sultan Oesman Syah akhir abad ke 18, kemudian dibangun kembali oleh Sultan Mucksin Syah, karena di bom oleh sekutu ketika perang dunia ke 2.

Mesjid Sultan Bacan. ( Sultan Bacan Mosque )

Mesjid ini terletak di pusat kota Labuha dibangun pada masa Sultan Muhammad Sadek diakhir abad ke 18dan mengalami dua kali pemugaran di masa Sultan Usman Syah dan Sultan Gahral Syah.

Benteng Barnaveld. ( Fort Barnaveld )

Benteng Barnaveld terletak di Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Kota Bacan.
Benteng ini berbentuk segiempat, dilengkapi dengan tembok pertahanan yang rendah. Pada tembok pertahanan ini ditempatkan masing- masing sebuah bastion. Selain bastion dibangun pula pintu gerbang yang berbentuk melengkung dan diperluas serta dilengkapi dengan sebuah sumur dan sebuah
tangga dari batu. Juga terdapat bangunan-bangunan kolonial yang masih terpelihara rapi.
Benteng Barnaveld merupakan salah satu benteng yang dibangun oleh Portugis pada abad 15 di Limau Seki Botang Ra Lipu  Babayan (Bacan). Bangunan benteng ini pada mulanya hanya berupa loji (gudang)
kayu untuk tempat penampungan rempah-rempah biaji nang bua lawa (cengkeh) dan seki nang selong (kemiri dan damar). Pada abad ke 16 atau 1609 M, atas nama pemerintah Hindia maka diutuslah Simon Janes Van Howen, dan Letnan Andrian Van Dosen bersama puluhan serdadu datang melaakukan hubungan kerjasama dengan Sultan Alawaddin, dan kemudian merenofasi benteng ini dari bentuk kubus menjadi Bintang Welhelmina dan dilengkapi dengan meriam- meriam pada tiap sudutnya.
Tembok dalam benteng ini juga di cat berwarna orange, berles dinding dasar hitam serta berlantai marmer cokelat muda. Masyarakat Bacan juga biasa menyebutnya dengan benteng orange.