Kondisi Geografis Kabupaten Halmahera Selatan

Luas wilayah Kabupaten Halmahera Selatan adalah 40.263,72 km2, yang terdiri dari daratan seluas 8779,32 km2 (22%) dan luas lautan sebesar 31.484,40 km2 (78%), atau sekitar 27,62% dari luas wilayah Propinsi Maluku Utara yang luasnya mencapai 145.801,10km2. Jarak terjauh utara-selatan wilayah Kabupaten Halmahera Selatan lebih kurang 219 km, sedangkan jarak terjauh timur-barat lebih kurang 198 km.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Halmahera Selatan Nomor 8 Tahun 2007, wilayah administrasi Kabupaten Halmahera Selatan dibagi menjadi 30 kecamatan dan 249 desa yang sebelumnya berdasarkan UU No. 1 Tahun 2003 terdiri atas 9 kecamatan dan 194 desa. Kecamatan dengan wilayah paling luas adalah Kecamatan Obi Selatan (100.059 ha), dan yang paling sempit adalah Kecamatan Kayoa Selatan (2.407 ha). Kecamatan dengan desa terbanyak adalah Kecamatan Pulau Makian (15 desa), sedangkan kecamatan dengan desa paling sedikit adalah Kecamatan Kayoa Barat (4 desa) dan Kecamatan Obi Timur (4 desa). Pembagian wilayah administrasi Kabupaten Halmahera Selatan dapat dilihat pada Tabel 2.1:

Tabel 2.1.

Wilayah Administratif Kabupaten Halmahera Selatan

NOKECAMATANJml DesaLuas
Ha%
(1)(2)(3)(4)(5)
1Kec.  Bacan1428.1383,47
2Kec.  Bacan Selatan1015.6271,93
3Kec.  Bacan Timur1042.8045,28
4Kec.  Bacan Timur Selatan729.6563,66
5Kec.  Bacan Timur Tengah725.5143,15
6Kec. Obi Selatan8100.05912,34
7Kec.  Obi999.10512,22
8Kec. Obi Barat68.7301,08
9Kec. Obi Timur458.7567,25
10Kec. Obi Utara714.8401,83
11Kec. Mandioli Selatan612.8191,58
12Kec. Mandioli Utara68.9391,10
13Kec. Kep Batanglomang85.1540,64
14Kec.  Bacan Barat716.6952,06
15Kec.  Kasiruta Barat1025.2103,11
16Kec.  Kasiruta Timur822.8962,82
17Kec.  Bacan Barat Utara824.4673,02
18Kec. Kayoa148.0921,00
19Kec. Kayoa Barat42.5000,31
20Kec. Kayoa Selatan62.4070,30
21Kec. Kayoa Utara63.6220,45
22Kec. Makian155.1250,63
23Kec. Makian Barat73.2820,40
24Kec.  Gane Barat1045.5905,62
25Kec.  Gane Barat Selatan823.3232,88
26Kec.  Gane Barat Utara1246.3315,71
27Kec. Kep Joronga713.7541,70
28Kec.  Gane Timur1260.6487,48
29Kec.  Gane Timur Tengah828.5983,53
30Kec.  Gane Timur Selatan528.0893,46
JUMLAH249810.770100

Letak dan Kondisi Geografis

Kabupaten Halmahera Selatan sebagai daerah otonom yang baru dimekarkan dari Kabupaten Maluku Utara (sekarang Halmahera Barat), sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003, terletak antara 126° 45’ bujur timur dan 129° 30’ bujur timur dan 0° 30’ lintang utara dan 2° 00’ lintang selatan, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

  1. Sebelah utara dibatasi oleh Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate;
  2. Sebelah selatan dibatasi oleh Laut Seram;
  3. Sebelah timur dibatasi oleh Laut Halmahera;
  4. Sebelah barat dibatasi Laut Maluku.

Topografi

Sebagai wilayah kepulauan maka topografi wilayah Kabupaten Halmahera Selatan seluas 85,07 persen tergolong datar dan landai yang banyak terdapat di wilayah pesisir dan sisanya 14,93 persen tergolong lahan agak curam (derajat kemiringan 15-40 º) dan lahan curam (derajat kemiringan >40 º). Semakin ke dalam dan jauh dari pantai maka kebanyakan lahan berbukit-bukit. Wilayah kecamatan yang memiliki mayoritas daerah dengan jenis kelerengan datar – landai (0 – 2 º) antara lain kecamatan Kayoa, Kayoa Utara, Kayoa Selatan, Gane Timur, Gane Timur Tengah, Gane Timur Selatan, Kepulauan Joronga, Kepulauan Botanglomang, Mandioli Utara, Mandioli Selatan, Obi Utara, dan Obi Timur. Sedangkan wilayah kecamatan yang memiliki kondisi kelerengan curam – sangat curam (15 – >40 º) adalah kecamatan Makian, Makian Barat, Gane Barat Utara, Gane Barat, Gane Barat Selatan, Bacan, Bacan Timur, Bacan Selatan, Bacan Timur Selatan, Bacan Timur Tengah, Obi, dan Obi Selatan.

Jika dilihat dari sifat permukaan dan kemiringan ( Topografi ) wilayah Kabupaten Halmahera Selatan terbagi atas 4 kategori yaitu :

  • Tanah datar dengan kelas lereng (0-2) º Seluas 461.555 Ha (56,93%).
  • Tanah landai dengan kelas lereng (2-15) º seluas 228.180 Ha (28,14%).
  • Tanah agak curam kelas lereng (15-40) º seluas 95.680 Ha (11,80%).
  • Tanah curam dengan kelas lereng > 40 º seluas 25.355 Ha (3,13%).

Kondisi Topografi Kabupaten Halmahera Selatan

Jenis Tanah

Jenis Tanah yang terdapat di Kabupaten Halmahera Selatan secara umum adalah :

  1. Jenis tanah padsolik merah kuning terdapat di Obi bagian timur, Pulau Kayo dan Obi bagian tengah
  2. Jenis tanah latosal terdapat di Gane Timur, Gane Barat, dan Bacan
  3. Jenis tanah reguosol terdapat di Pulau makian, Pulau Obi pesisir utara
  4. Jenis tanah aluvial terdapat di Pulau Obi bagian barat

 Kondisi dan Struktur Geologi

Gambaran umum mengenai kondisi geologi dan jenis batuan di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan mempunyai komposisi yang sangat bervariasi, terdiri dari batuan beku, sediment dan metamorf. Karakteristik dan persebaran batuannya tertentu sesuai dengan daerah pembentukannya seperti: Batuan Beku di sebagian Pulau Makian sebagai hasil dari erupsi Gunung Kie Besi, Batuan Sedimen di Pulau Kayoa, Batuan Residual di sebagian Pulau Obi serta Batuan Skiss Metamorf di sebagian Pulau Bacan.

Jenis batuan mempengaruhi tekstur tanah, sedang tekstur tanah didefinisikan sebagai perbandingan ukuran partikel-partikel kandungan tanah antara debu, tanah liat dan pasir dari satu contoh tanah. Tekstur berpengaruh langsung terhadap unsur hara, drainase dan kepekaan terhadap erosi. Juga sangat berpengaruh terhadap pengelolaan tanah dan pertumbuhan tanaman terutama dalam hal mengatur kandungan udara dalam rongga tanah, persediaan dan kecepatan peresapan air di daerah tersebut, dimana hal itu sangat berperan dalam mudah tidaknya lapisan tanah diolah.

Berdasarkan data struktur geologi, wilayah Kabupaten Halmahera Selatan tersusun atas 20 jenis batuan yang dapat dilihat pada tabel 2.2. berikut.

Tabel 2.2.

Jenis Batuan dalam Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan

NoJenis BatuanLuas (Km2)
(1)(2)(3)
1Alluvium1,010.92
2Batuan Gunung Api Holosen159.60
3Batuan Gunung Api Neogen148.70
4Batuan Gunung Api Oligo-Miosen1,648.94
5Batuan Gunung Api Plio-Plistosen44.07
6Batuan Malihan11.17
7Batuan Terobosan2.19
8Batuan Ultramafik397.60
9Batu Gamping Terumbu830.34
10Formasi Anggai200.40
11Formasi Bacan775.76
12Formasi Fluk94.55
13Formasi Kayasa7.06
14Formasi Loleobasso45.15
15Formasi Obi288.02
16Formasi Woi454.44
17Komplek Malihan262.52
18Sediment Klastik Miosen348.91
19Sediment Klastik Neogen1,365.00
20Terobosan Tersier42.25
21Tidak Ada Data48.72

Sedang struktur geologi di Halmahera Selatan berbentuk struktur lipatan berupa sinklin dan antiklin terlihat jelas pada Formasi Weda (Tmpw) yang berumur Miosen Tengah-Pliosen Awal. Sumbu lipatan berarah utara – selatan, timur laut – barat daya dan barat laut – tenggara. Struktur sesar terdiri dari sesar normal dan sesar naik, umumnya berarah utara-selatan dan baratlaut-tenggara.

Petunjuk akan adanya banyak sesar di Pulau Bacan diperoleh baik dari hasil pengamatan di lapangan maupun pada potret udara. Sesar diduga terdapat di sepanjang Sungai Sayoang yang mengalir dari baratlaut ke tenggara dan memisahkan daerah perbukitan bagian timur dan barat Pulau Bacan bagian utara. Pada jalur sesar tersebut muncul batuan terobosan granit/granodiorit berumur Tersier dan batuan gunung api berumur Kuarter.

Berdasarkan peta sesar dapat diketahui sebaran garis sesar di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Garis sesar yang tersebar dapat digolongkan berdasarkan jenis dan proses pembentuknya, seperti pada tabel 2.3. berikut.

Tabel 2.3.

Jenis Sesar dalam Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan

NoJenis SesarJumlahPanjang (meter)
(1)(2)(3)(4)
1Antiklin986,974
2Gunung api giat123,183
3Kontak geologi214,406
4Sesar36269,701
5Sesar Normal7118,683

Hidrologi

Ketersediaan air di bumi yang dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai penunjang kehidupan manusia sangat terbatas yakni hanya sekitar 3 persen dari volume air keseluruhan, sisanya sekitar 97 persen merupakan air laut yang tidak dapat dikonsumsi secara langsung, dan dari 3 persen air tersebut terdiri dari air permukaan dan air tanah yang keberadaannya dipengaruhi oleh iklim, topografi, jenis batuan dan kondisi permukaan tanah serta tata guna lahan.

Kondisi hidrologi (kondisi air permukaan dan air tanah) Kabupaten Halmahera Selatan dipengaruhi oleh iklim, curah hujan serta keberadaan sungai dan danau. Berdasarkan keberadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang telah teridentifikasi, Kabupaten Halmahera Selatan memiliki 151 DAS dan 5 buah danau (dengan 4 danau besar yang terdapat di Kec. Bacan Timur, Kec. Bacan Timur Tengah dan Kec. Obi).

Tabel 2.4.

Nama Danau dalam Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan

NoLokasiNama Danau
(1)(2)(3)
1Bacan Timur TengahDanau Lama
2Bacan TimurTalaga Nusa dan Talaga Manggayoang
3ObiDanau Karo

Sementara kondisi hidrogeologi di Kabupaten Halmahera Selatan dibagi atas beberapa tipologi kondisi hidrogeologi yaitu berdasarkan tipologi produktifitas aquifernya yang terdiri atas :

  1. Produktif setempat; akuifer produktif berarti akuifer dengan keterusan beragam, umumnya air tanah tidak dimanfaatkan karena dalamnya muka air tanah serta debit mata air umumnya < 10 l/det).
  2. Produktif rendah setempat; Akuifer dengan produktivitas rendah setempat berarti umumnya keterusan sangat rendah, air tanah dangkal dalam jumlah yg terbatas dapat diperoleh di lembah-lembah atau pada zona pelapukan.
  3. Produktif sedang; Akuifer produksi sedang berarti aliran air tanah terbatas pada zona celahan, rekahan, dan saluran pelarutan. Debit sumur dan mata air beragam dalam kisaran besar. Debit mata air terbesar mencapai 100 l/det.
  4. Setempat produktif sedang; Setempat akuifer dengan produktivitas sedang berarti akuifer tidak menerus, tipis, dan rendah keterusannya, muka air tanah umumnya dangkal, debit sumur umumnya < 5 l/det.
  5. Tidak produktif dangkal; Daerah air tanah langka atau tak berarti

Berdasarkan kondisi produktifitas aquifernya, Kabupaten Halmahera Selatan sebagian besar wilayahnya memiliki produktifitas aquifer rendah setempat. Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan yang memiliki produktifitas aquifer tinggi terdapat di Pulau Makian.

Sumber Daya Air di Kabupaten Halmahera Selatan meliputi curah hujan, danau, sungai dan air tanah dalam (mata air). Curah hujan pada umumnya cukup untuk memenuhi berbagai keperluan, seperti untuk irigasi, industri, air minum dan untuk keperluan domestik lainnya. Dalam keadaan lapisan permukaan daerah tangkapan hujan ( catchment area ) ditumbuhi vegetasi yang lebat, debit aliran sungai pada saat curah hujan tinggi, fluktuasinya relatif tidak terlalu mencolok, perbedaan aliran air pada musim hujan dan musim kemarau tidak besar. Sebaliknya perbedaan ini akan cukup besar jika lapisan permukaan daerah tangkapan hujan ( catchment area ) relatif tidak terlindungi vegetasi atau telah dipenuhi oleh bangunan dan infrastruktur lainnya yang menyebabkan permukaan tanah menjadi kedap air. Sebagai langkah untuk menanggulangi dampak negatif yang timbul maka diperlukan upaya konservasi air tanah, melakukan pengaturan dan pembatasan daerah pengambilan air tanah pada zona-zona konservasi air tanah dan kawasan-kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan perlindungan tata guna air.

Sungai-sungai yang ada memiliki tingkat kerapatan yang tinggi, dengan demikian potensi aliran air yang dihasilkan seharusnya dapat memeberikan manfaat yang merata keseluruh wilayah Halmahera Selatan. Akan tetapi kondisi topografi dengan kemiringan permukaan lahan yang terjal ditambah adanya kerusakan lingkungan dibeberapa kawasan membuat air hujan tidak bertahan dan menimbulkan fluktuasi debit aliran air yang tidak menguntungkan. Pada saat musim penghujan aliran air sungai melimpah namun hanya berlangsung dalam waktu yang relatif pendek sehingga daya gunanya kecil, namun disisi lain dapat menimbulkan bahaya banjir terutama di daerah-daerah bagian hilir. Sebaliknya pada saat musim kemarau aliran sungai sangat kecil, atau bahkan ada yang sampai kering. Dengan demikian penggunaan air perlu diatur sebaik-baiknya agar dapat memberikan manfaat dan menghindari terjadinya bencana.

Penduduk di Halmahera Selatan dalam memenuhi kebutuhan air, selain berasal dari sungai, juga dari sumber mata air. Potensi sumber daya air di Halmahera Selatan sangat bervariasi dengan  aquifer berskalan kecil sampai tinggi. Sedang debit sumber mata air juga bervariasi, perhatikan data pada table 2.5 berikut :

Tabel 2.5.

Potensi Debit Mata Air Sumber Air Bersih di Kabupaten Halmahera Selatan

NONama Mata Air LokasiDebit (l/dtk) NONama DASLokasiDebit (l/dtk)
(1)(2)(3)(4) (1)(2)(3)(4)
1BabangBacan0,124Air LelewiBacan35,0
2SayoangBacan7,025Telaga BiruBacan40,0
3PanambuangBacan2,026Air KubungBacan2,0
4Gersia 1Bacan1,026Dolik 1Gane Barat1,0
5Gersia 2Bacan2,027Jebubu DolikGane Barat3,0
6KupalBacan3,028Bublo SaketaGane Barat1,0
7ArabBacan10,029HahalGane Barat0,2
8Panas KupalBacan0,130LamoGane Barat3,0
9Kupal IIBacan2,031CangoGane Barat3,0
10Panas IIBacan5,032Jebubu GumiraGane Barat3,0
11Beringin 1Bacan2,033Jebubu BatulakGane Barat2,0
12WaymikaBacan0,534HafoGane Barat1,0
13Air Jebubu 1Bacan15,035Posi-posiGane Barat0,5
14ArumamangBacan0,136DoroGane Timur5,0
15Sengga 1Bacan0,237Lemo-lemo 1Gane Timur12,5
16Sengga 2Bacan0,138Lemo-lemo 2Gane Timur1,0
17Air Jebubu 2Bacan0,239Usaha BaruGane Barat8,0
18Air RotaBacan0,140BidomelakuGane Barat10,0
19Air Tumbuh 1Bacan3,041TabamasaGane Barat0,2
20Air Tumbuh 2Bacan0,442PapacedaGane Barat1,0
21Indari 1Bacan2,043Oha 1Gane Barat2,0
22Indari 2Bacan0,144Oha 2Gane Barat2,0
23AhadaoBacan11,0

Klimatologi

Karakteristik iklim wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata antara 1.000 mm sampai dengan 2.000 mm. Curah hujan ini hampir merata di Pulau Bacan dan sekitarnya, Pulau Obi dan sekitarnya serta semenanjung Halmahera bagian Selatan.

Selain itu Kabupaten Halmahera Selatan juga dipengaruhi oleh dua musim yaitu:

  1. Musim Utara pada bulan Oktober-Maret yang diselingi angin Barat dan Pancaroba pada bulan April.
  2. Musim Selatan pada bulan September diselingi angin Timur dan Pancaroba pada bulan Oktober.

Menurut klasifikasi Schmidt F.H dan J.H.A Ferguson (1951), secara umum Kabupaten Halmahera Selatan beriklim Tipe A dan Tipe B kecuali Saketa yang bertipe C. Menurut Klasifikasi Koppen (1960) Kabupaten Halmahera Selatan bertipe A kecuali Laiwui yang bertipe Am.

Berdasarkan tingkat curah hujan 1.250 – 3.250 mm/tahun dengan sebaran curah hujan di mayoritas wilayah Kabupaten Halmahera Selatan adalah 2.250 mm/tahun dan curah hujan tertinggi yaitu 3.250 mm/tahun terjadi di dataran tinggi di kec. Obi, kec. Obi Timur dan kec. Obi Selatan dan curah hujan terendah yaitu 1.250 mm/tahun terjadi di kec. Bacan, kec.Bacan Timur dan kec. Gane Barat.

Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan di Halmahera Selatan meliputi kawasan Lindung dan kawasan budidaya. Kawasan lindung meliputi Cagar Alam, Hutan Lindung, Hutan Bakau, Daerah Resapan Air, Daerah Rawan Bencana, Kawasan Konservasi, Daerah Sempadan Pantai, serta Daerah Sempadan Sungai dan Danau. Sementara kawasan budidaya meliputi Hutan Produksi Tetap, Hutan Produksi Terbatas, Hutan Produksi Konversi dan Penggunaan Lain. Perkembangan penggunaan lahan selama 5 tahun terakhir menunjukkan luas dan jenis lahan: Cagar Alam bertambah 7,38%; luas Hutan Lindung bertambah 17,75%; luas Hutan Produksi bertambah 1,97%; luas Hutan Produksi Terbatas berkurang 4,77%; luas Hutan Produksi Konversi berkurang 41,90%; hutan bakau tetap dan untuk penggunaan lainnya naik 97,48%. Perubahan ini akibat perhitungan ulang luas kawasan hutan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 302/Menhut-II/2013 tentang kawasan hutan dan wilayah tertentu yang ditunjuk sebagai kawasan hutan di Provinsi Maluku Utara yang sebelumnya kawasan hutan di Halmahera Selatan ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 415/Kpts-II/1999. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.6 berikut:

Tabel 2.6

Penggunaan Lahan di Kabupaten Halmahera Selatan

NO

TAHUN

Luas  (Ha)
Cagar AlamHutan LindungHutan ProduksiHutan Produksi TerbatasHutan Produksi KonversiHutan BakauPenggunaan Lain
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)(9)
1201139.419,10111.282,80181.819,10187.061,60219.321,5072.219,20
2201242.327,22131.097,98185.277,50178.361,50127.424,284.128,25142.449,12
3201342.327,23131.034,55185.404,62178.134,62127.415,494.128,25142.621,15
4201442.327,23131.034,56185.404,55178.134,62127.415,494.128,25142.621,15

Kawasan Cagar Alam berada pada Kawasan Cagar Alam Gunung Sibela di Pulau Bacan, Kawasan Cagar Alam  di Pulau Obi dan Kawasan Cagar Alam Taman Laut di Kepulauan Widi.Kawasan Rawan Bencana Alam

Kawasan rawan bencana alam di Kabupaten Halmahera Selatan terdiri dari:

  1. Kawasan rawan banjir menyebar diseluruh wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.
  2. Kawasan rawan letusan gunung api seluas kurang lebih 8.407 Ha di kecamatan Pulau Makian dan Makian Barat
  3. Kawasan rawan tanah longsor seluas kurang lebih 117.435 Ha di kecamatan Gane Barat, Gane Barat Utara dan Bacan Timur Tengah.
  4. Kawasan rawan gempa menyebar diseluruh wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

Kawasan rawan tsunami menyebar diseluruh wilayah Kabupaten Halmahera Selatan

Kawasan Konservasi dan Perlindungan Terumbu Karang

Kawasan Konservasi dan Perlindungan Terumbu Karang di Kabupaten Halmahera Selatan meliputi wilayah kecamatan Gane Timur, Gane Timur Selatan, Kep. Joronga, Gane Barat Selatan, Kayoa, Kayoa Selatan, Mandioli Utara dan Obi Utara.

Potensi Pengembangan Wilayah

Potensi pengembangan wilayah di Kabupaten Halmahera Selatan meliputi beberapa kawasan, antara lain:

Kawasan Peruntukan Pertanian

  • Kawasan pertanian meliputi kawasan peruntukan tanaman pangan dan hortikultura seluas lk. 9.943,95 Ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan.
  • Kawasan perkebunan dengan komoditas utama kelapa, kelapa sawit, cengkeh, kakao dan pala tersebar diseluruh kecamatan dengan luas lk. 105.509,77 Ha.
  • Kawasan peternakan berpotensi dikembangkan di Kayoa, Bacan Barat, Bacan Timur, Gane Timur dan Gane Barat dan wilayah lainnya di Halmahera Selatan

Kawasan Peruntukan Perikanan

  • Kawasan Perikanan Tangkap dengan lokasi tersebar di seluruh wilayah Halmahera Selatan dengan komoditi utama ikan tuna, ikan cakalang, lobster, kakap, dan kerapu.
  • Kawaan Budidaya perikanan meliputi keramba jarring apung (KJA), rumput laut (Kep. Joronga, Obi, Bacan dan Kayoa) dan mutiara (Obi, Kasiruta, Bacan Timur Tengah, Bacan Timur Selatan, dan Kep. Joronga)
  • Kawasan Minapolitan : Bacan-Botanglomang, Jikotamo, Joronga, dan Ngofakiaha

Kawasan Peruntukan Pertambangan

  • Nikel di Kecamatan Obi dan Obi Selatan;
  • Pasir Besi di Kecamatan Gane Timur dan Gane Timur Tengah;
  • Tembaga di Kecamatan Bacan, Bacan Barat dan Bacan Barat Utara;
  • Emas di Pulau Obi dan Bacan
  • Minyak dan Gas Bumi di Semenanjung Halmahera bagian selatan.
  • Panas Bumi di Bacan Timur Tengah
  • Emas di Pulau Obi dan Bacan
  • Batubara di Pulau Bacan
  • Mangan di Pulau Kasiruta dan Bacan

Kawasan Peruntukan Industri

  • Kawasan Industri pengolahan rumput laut di Obi dan Joronga, pengolahan beras di Gane Timur, pengolahan kakao dan kelapa di Bacan Timur Tengah dan Obi
  • Industri kecil : pengolahan gula aren, olahan sagu, dan kerupuk ikan di Bacan dan Kepulauan Botanglomang

Kawasan Permukiman

Kawasan permukiman meliputi kawasan permukiman perdesaan lk. 7.501 hektar, dan kawasan permukiman perkotaan lk. 970 hektar yang tersebar di 30 kecamatan, serta kawasan permukiman transmigrasi lk. 5.517,19  hektar di kecamatan Gane Timur dan Gane Barat.

Kawasan Peruntukan Pariwisata

Kawasan peruntukan pariwisata meliputi tema wisata alam dan tema wisata budaya. Kawasan wisata alam berada di:

  • Kepulauan Guraichi, Kecamatan Kayoa
  • Kepulauan Widi, Kecamatan Gane Timur Selatan
  • Pulau Nusa Ra, Kecamatan Bacan
  • Pulau Sali, Kecamatan Bacan Timur

Sedang kawasan wisata budaya berada di Kecamatan Bacan yang memiliki warisan budaya dari Kesultanan Bacan.

Kawasan Hutan

Kawasan hutan meliputi kawasan-kawasan hutan dengan kategori sebagai berikut:

  • Kawasan Cagar Alam (CA) seluas 327,23 Ha
  • Kawasan Hutan Lindung (HL) seluas 034,56 Ha
  • Kawasan Hutan Produksi (HP) seluas 404,55 Ha
  • Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 134,62 Ha
  • Kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) seluas 415,49 Ha
  • Kawasan Hutan Bakau 128,25 Ha
  • Kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR)

Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil meliputi Kawasan Pesisir yang merupakan daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut, sedang Kawasan Pulau-Pulau Kecil yakni pulau dengan luas lebih kecil atau sama dengan 2.000 km2, dengan jumlah pulau di Halmahera Selatan lebih kurang 371 buah.

Kawasan Pertahanan dan Keamanan

Kawasan pertahanan dan keamanan di Kabupaten Halmahera Selatan meliputi:

  • Komando Distrik Militer 1509/Labuha di Kecamatan Bacan
  • Kompi Senapan D Batalyon Infanteri 732 Banau di Kecamatan Bacan Timur
  • Pos Angkatan Laut di Kecamatan Bacan Selatan

Aspek Demografi

Indikator dari demografi adalah ukuran, struktur dan distribusi penduduk. Penduduk merupakan sumberdaya yang potensial bagi proses pembangunan daerah jika dimanfaatkan secara optimal bagi pelaksanaan pembangunan, namun dapat pula menjadi beban jika tidak tertangani secara serius sehingga berimplikasi pada munculnya berbagai masalah sosial seiring dengan berkembangnya penduduk seperti kemiskinan, pengangguran, ketimpangan sosial dan sebagainya. Hal ini dikarenakan dalam proses pembangunan, penduduk berada pada dua sisi sebagai subjek atau pelaku pembangunan, sekaligus menjadi objek atau sasaran pembangunan itu sendiri.

Jumlah penduduk Kabupaten Halmahera Selatan tahun 2015 sebanyak 219.836 jiwa, terdiri dari laki-laki 111.925 jiwa dan perempuan 107.911 jiwa. Luas wilayah daratan Halmahera Selatan adalah 8.779,32 km2 sehingga kepadatan penduduk rata-rata hanya 25,04 jiwa per kilometer persegi. Angka yang sangat kecil dibandingkan dengan kepadatan penduduk di kabupaten lain di Indonesia. Kepadatan penduduk di Halmahera Selatan tersebar tidak merata. Hal ini terlihat dari rentang kepadatan penduduk yang sangat jauh antar kecamatan. Kepadatan terendah yaitu 5,71 jiwa per kilometer persegi terdapat di Kecamatan Obi Timur dan kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Kayoa Selatan yaitu 239,38 jiwa per kilometer persegi. Untuk itu perlu dirumuskan pembangunan wilayah kecamatan yang merata sehingga penduduk tidak terkonsentrasi dalam satu atau beberapa wilayah. Pengembangan kawasan-kawasan strategis seperti kawasan pertambangan dan industri di Obi, kawasan transmigrasi di Gane Timur, kawasan pertumbuhan baru Indari-Loleojaya, Makian-Kayao dan Seketa dapat menjadi alternatif kebijakan.

Tabel 2.7.

Jumlah Penduduk, KK dan Laju Pertumbuhan Penduduk

Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2011-2015

No

UraianTahun

2011

201220132014

2015

(1)

(2)(3)(4)(5)(6)

(7)

1Jumlah Penduduk (Jiwa)203.822207.728211.682215.791219.836
2Jumlah Kepala Keluarga (KK)41.01643.42145.17048.23251.797
3Laju Pertumbuhan Penduduk per tahun ( % / tahun )2,221,552,321,941,87
4Rata-rata jumlah jiwa dalam keluarga ( jiwa)4,974,995,145,145,14

Kecamatan Bacan merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk paling banyak, yaitu 22.887 jiwa pada tahun 2015. Struktur umur penduduknya juga tergolong penduduk usia muda jumlahnya lebih banyak daripada penduduk usia tua. Sedangkan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah kecamatan Kayoa Utara, dengan jumlah penduduk 2.932 jiwa. Perhatikan tabel 2.8. berikut.

Tabel 2.8.

Jumlah Penduduk dan KK

Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2013-2015

No

Nama Kecamatan

Jumlah PendudukJumlah KKLaju Per tumbuhan Penduduk (%)Kepadatan Pendudk  Thn 2015

Tahun

Tahun

Tahun

Jiwa / Km2

20132014201520142015

2014-2015

(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)

(9)

1

Bacan21.68922.31522.8875.6846.1022,5675,12

2

Bacan Selatan14.74315.16815.5332.7082.9072,4191,80

3

Bacan Timur10.17210.44810.7702.0992.2533,0823,24

4

Bacan Timur Tengah5.6085.7265.8351.3141.4111,9021,12

5

Bacan Timur Selatan6.8126.9357.0711.4381.5441,9622,02

6

Obi Selatan12.61112.76612.9163.4593.7131,1711,92

7

Obi15.23715.43915.6552.9293.1461,4014,59

8

Obi Barat3.7363.8083.8798198801,8641,03

9

Obi Timur3.5073.5723.6369109771,795,71

10

Obi Utara8.5668.6658.7661.7491.8791,1754,55

11

Mandioli Selatan6.0496.1376.2141.1261.2091,2544,77

12

Mandioli Utara3.2053.2723.3446907412,2034,55

13

Kep. Botanglomang6.4026.4956.5901.5611.6771,46118,08

14

Bacan Barat3.7063.7763.8457708271,8321,27

15

Kasiruta Barat4.7384.8334.9411.2621.3552,2318,10

16

Kasiruta Timur4.0894.1754.2478509131,7217,13

17

Bacan Barat Utara4.3704.4604.5551.0971.1782,1317,19

18

Kayoa8.4928.6198.7192.0042.1531,1699,51

19

Kayoa Barat3.5943.6763.7468769411,90138,38

20

Kayoa Selatan6.0406.1446.2501.4461.5531,73239,38

21

Kayoa Utara2.7892.8642.9325956392,3774,76

22

Pulau Makian9.3509.4709.5932.2742.4431,30172,85

23

Makian Barat3.5963.6773.7546837342,09105,63

24

Gane Barat8.2138.3368.4672.0982.2541,5717,15

25

Gane Barat Selatan5.8566.0016.1491.2201.3102,4724,35

26

Gane Barat Utara6.2366.3416.4461.4081.5121,6612,85

27

Kep. Joronga5.4405.5425.6441.1041.1861,8437,90

28

Gane Timur9.1829.3129.4672.5512.7401,6614,42

29

Gane Timur Tengah4.0304.1174.2057287822,1413,58

30

Gane Timur Selatan3.6243.7023.7807808382,1112,43

TOTAL

211.682215.791219.83648.23251.7971,8725,04

Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Halmahera Selatan jika dilihat dari 3 tahun terakhir rata-rata sebesar 1,87%. Pertumbuhan ini relatif tinggi, karena berkembangnya kawasan-kawasan pertambangan dan kawasan pertumbuhan baru yang menarik banyak pekerja dari luar daerah masuk ke Kabupaten Halmahera Selatan.

Berdasarkan struktur umurnya penduduk Halmahera Selatan tergolong pada strata usia muda. Hal ini terlihat jelas dengan banyaknya persentase golongan umur muda. Hal ini menunjukkan tingginya fertilitas penduduk Halmehera Selatan. Artinya pada tahun-tahun yang akan datang penduduk Halmahera Selatan lebih didominasi oleh usia muda, sehingga struktur penduduknya lebih dinamis. Kondisi ini perlu disikapi dengan baik yaitu dengan penyediaan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang menunjang perkembangan pemuda yang diharapkan mampu membangun Halmahera Selatan.

Tabel 2.9.

Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur

di Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2011-2015

No

Kelompok Umur (Tahun)Tahun

2013

2014

2015

LPJmlLPJmlLPJml

(1)

(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)(9)(10)

(11)

1

0 – 4

14.14813.90628.05414.40814.19028.59814.67814.45729.135

2

5 – 9

14.17013.50527.67514.43213.78328.21514.70314.04628.749

3

10 – 14

12.80011.90524.70513.03712.15425.19113.28312.38225.665

4

15 – 19

10.5139.68520.19810.7079.88220.58910.90410.07020.974

5

20 – 24

7.7858.16215.9477.9248.32316.2478.0668.47916.545

6

25 – 29

8.4869.03217.5188.6409.21517.8558.7969.39018.186

7

30 – 34

7.9608.28216.2428.1078.44716.5548.2558.60716.862

8

35 – 39

7.5887.43215.0207.7267.58315.3097.8717.72615.597
9

40 – 44

6.3525.62911.9816.4685.74812.2166.5895.85412.443
10

45 – 49

5.0664.6929.7585.1594.7909.9495.2554.88210.137

11

50 – 54

4.2743.8728.1464.3543.9508.3044.4364.0248.460

12

55 – 59

3.0992.6545.7533.1562.7125.8683.2162.7625.978

13

60 – 64

2.5291.9104.4392.5771.9484.5252.6241.9874.611

14

65 – 69

1.3781.2562.6341.4031.2832.6861.4301.3072.737

15

70 – 74

9658841.8499839041.8871.0019221.923

16

75 +

7889751.7637961.0021.7988181.0161.834

JUMLAH

107.901103.781211.682109.877105.914215.791111.925107.911219.836

Aspek Kesejahteraan Masyarakat

Keberhasilan pelaksanaan pembangunan dari aspek kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari capaian indikator kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial, serta seni budaya dan olahraga.

Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

Salah satu sasaran pembangunan ekonomi dalam jangka panjang adalah terjadinya transformasi struktural sehingga perekonomian terkonsentrasi pada sektor-sektor yang dapat tumbuh dengan cepat dan memiliki daya saing (sektor basis, atau sektor kunci, atau sektor unggulan). Tidak semua sektor dalam suatu perekonomian memiliki kemampuan tumbuh yang sama, sehingga dibutuhkan spesialisasi untuk mendorong pertumbuhan rata-rata yang relatif tinggi. Terkonsentrasinya kegiatan ekonomi (spesialisasi) pada sektor-sektor strategis/ unggulan akan sangat berperan sebagai penggerak utama (prime mover) bagi perekonomian daerah yang pada gilirannya dapat berimbas terhadap akselerasi pertumbuhan secara simultan dan sinergis. Suatu sektor ekonomi dapat dikatakan unggul apabila sektor tersebut memenuhi beberapa kriteria minimal: 1) sektor tersebut merupakan sektor basis; 2) sektor tersebut memiliki pertumbuhan yang cepat dan berdaya saing tinggi.

Berdasarkan uraian tersebut, kebijakan jangka menengah dan panjang, adalah mampu mencetak sumber daya manusia yang handal, baik sebagai buruh pekerja/karyawan, maupun sebagai pelaku usaha atau pemilik modal. Upaya-upaya untuk mentransformasi penduduk dan angkatan kerja Kabupaten Halmahera Selatan yang besar menjadi man power yang kompetitif, perlu dilakukan dengan sungguh-sunguh, antara lain dengan mengutamakan pendidikan menengah kejuruan, pendidikan life skill di sekolah-sekolah umum, serta pendidikan diploma dan politeknik untuk level pendidikan tingginya. Demikian pula perlu membangun pusat-pusat pelatihan tenaga kerja sehingga setiap angkatan kerja yang akan memasuki pasar kerja dapat diserap dengan seoptimal mungkin.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah upaya meningkatkan produktivitas dan nilai tambah disektor pertanian dan perikanan sebagai sector yang memiliki kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Halmahera Selatan, agar masyarakat yang bergelut di sektor pertanian dan perikanan dapat menikmati peningkatan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan yang sepadan dengan jerih payahnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan guna peningkatan sektor pertanian dan perikanan adalah melalui diversifikasi usaha tani dan nelayan, pengembangan kegiatan pengolahan hasil pertanian dan perikanan, hingga peningkatan akses petani dan nelayan kepada sektor hulu dan hilir, disamping penguasaan pada aspek teknologi dan budidayanya.

Pembangunan perekonomian Kabupaten Halmahera Selatan juga tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sektor perdagangan besar dan eceran, sebagai penyumbang kedua terbesar PDRB di Kabupaten Halmahera Selatan. Selanjutnya sektor pertambangan dan penggalian serta sektor industri pengolahan.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn