Strategi dan Arah Kebijakan

Untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan dalam mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, perlu adanya manajemen pembangunan yang sistematis, terencana dan terukur. Upaya pencapaian tersebut dijabarkan secara sistematis melalui perumusan strategi dan arah kebijakan.

Strategi pembangunan pada dasarnya adalah merupakan rincian cara atau upaya yang diperlukan untuk dapat mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah sebagaimana telah dijelaskan pada Bab V. Untuk menjaga operasionalisasi dari strategi pembangunan ini, maka perumusannya juga didasarkan pada kondisi umum daerah sebagaimana telah diuraikan pada Bab II serta kemampuan keuangan daerah sebagaimana dijelaskan pada Bab III. Untuk menjaga konsistensi, maka perumusan strategi dikaitkan langsung dengan misi pembangunan jangka menengah yang telah ditetapkan.

Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, untuk melaksanakan strategi diperlukan arah kebijakan pembangunan daerah. Hal ini dilakukan karena arah kebijakan merupakan keputusan dan intervensi pemerintah untuk dapat melaksanakan strategi pembangunan yang telah ditetapkan. Dengan mengaitkan antara strategi dan arah kebijakan maka pencapaian sasaran pembangunan akan menjadi lebih terjamin. Selanjutnya, agar perumusan strategi dan arah kebijkan menjadi lebih terarah, sebelumnya dilakukan analisis lingkungan dan analisis strategi pilihan.

  • Analisis Lingkungan
  • Analisis Lingkungan Strategis

Untuk menetapkan tujuan dan sasaran pembangunan daerah dalam kurun waktu lima tahun ke depan, perlu dilakukan analisis lingkungan strategis yang mempertimbangkan seluruh faktor lingkungan internal yang terdiri atas kekuatan dan kelemahan, serta faktor lingkungan eksternal yang terdiri dari peluang dan ancaman yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Lingkungan internal dan eksternal mempunyai dampak pada kehidupan dan kinerja seluruh komponen yang terlibat pada pembangunan, mencakup kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan tantangan eksternal.

Analisis ini diperlukan sebagai media untuk memastikan pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan melalui penetapan tujuan (goal) dan sasaran (objective) pembangunan daerah yang ingin dicapai serta strateginya dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Analisis Lingkungan Internal

Analisis lingkungan internal Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi positif dan negatif yang tersedia seperti posisi geografis, sumber daya alam, sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta organisasi pemerintah. Identifikasi ini dimaksudkan agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat memaksimalkan potensi dirinya dalam upaya mencapai visi dan misi. Identifikasi tersebut terdiri dari unsur kekuatan dan kelemahan daerah. Adapun hasil identifikasi tersebut dirumuskan sebagai berikut:

  1. Kekuatan

Kekuatan yang teridentifikasi sebagai berikut:

  • Terbentuknya Organisasi Perangkat Daerah yang telah sesuai ketentuan yang berlaku dan kepentingan masyarakat;
  • Penduduk usia produktif yang jumlahnya cukup besar;
  • Potensi sumber daya alam yang cukup besar terutama di bidang perkebunan dan perikanan;
  • Potensi pariwisata yang terdiri dari pulau-pulau yang masih alami dalam jumlah cukup banyak;
  • Adanya 3 perguruan tinggi (STP Labuha, Politeknik Halmahera, STAI Al-Khairat) yang telah mendidik dan menghasilkan SDM berpendidikan tinggi di Halmahera Selatan;
  1. Kelemahan

Kelemahan yang teridentifikasi sebagai berikut:

  • Persentase KK miskin yang masih cukup tinggi
  • Angka penggangguran yang masih cukup banyak;
  • Kualitas sumberdaya manusia masih kurang;
  • Kualitas pelayanan pemerintah belum optimal;
  • Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup masih kurang;
  • Kualitas manajemen UMKM dan Koperasi masih rendah;
  • Sarana dan prasarana publik belum memadai;
  • Akses media komunikasi dan informasi yang masih kurang;
  • Kualitas dan akurasi data masih kurang.

Analisis Lingkungan Eksternal

Analisis terhadap lingkungan eksternal Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang ada di luar organisasi yang dapat berpotensi mengganggu atau sebaliknya mempercepat upaya untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Identifikasi tersebut terdiri dari identifikasi atas unsur peluang dan ancaman yang sedang atau kemungkinan dihadapi. Hasil identifikasi tersebut dirumuskan sebagai berikut:

  1. Peluang

Peluang yang teridentifikasi sebagai berikut:

  • Pengembangan kerjasama antara pemerintah kabupaten dengan lembaga-lembaga pemerintah lain dan swasta;
  • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendorong perbaikan manajemen pembangunan daerah;
  • Minat investor untuk menanamkan investasi cukup tinggi;
  • Program-program pemerintah pusat dan provinsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat cukup banyak;
  • Kesempatan kerja di luar daerah yang cukup tinggi;
  • Penerapan prinsip-prinsip good governance;
  1. Ancaman

Ancaman yang teridentifikasi sebagai berikut:

  • Masuknya nilai dan budaya asing yang berpengaruh negatif terhadap perilaku masyarakat;
  • Beberapa peraturan perundang-undangan di tingkat Pemerintah pusat yang tidak harmonis antara satu dengan yang lain;
  • Kemungkinan terjadinya bencana alam;
  • Kepatuhan masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan masih kurang;
  • Dampak atas dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi ASEAN dan perjanjian-perjanjian antar negara multi-partit lainnya;

Analisis Strategi Pilihan

Strategi adalah kegiatan, mekanisme atau sistem untuk mengantisipasi secara menyeluruh dan meramalkan pencapaian tujuan ke depan melalui pendekatan rasional. Strategi ini disusun dengan memadukan antara kekuatan (strength, S) dengan peluang (opportunity, O) yang dikenal sebagai strategi S-O, memadukan kelemahan (weakness, W) dengan peluang (opportunity, O) yang dikenal sebagai strategi W-O, dan memadukan kekuatan (strength, S) dengan ancaman (threath, T) yang dikenal sebagai strategi S-T.

Strategi S-O dimaksudkan sebagai upaya memaksimalkan setiap unsur kekuatan yang dimiliki untuk merebut setiap unsur peluang yang ada seoptimal mungkin, strategi W-O dimaksudkan sebagai upaya memperbaiki masing-masing unsur kelemahan agar dapat memanfaatkan seoptimal mungkin setiap unsur peluang yang ada, sedangkan strategi S-T dimaksudkan sebagai upaya untuk memaksimalkan setiap unsur kekuatan untuk menangkal dan menundukkan setiap unsur tantangan seoptimal mungkin. Dengan demikian diperoleh berbagai strategi pilihan yang merupakan hasil perpaduan antar unsur kekuatan, kelemahan, dan peluang.

Masing-masing strategi pilihan tersebut harus diuji kembali relevansi dan kekuatan relasinya dengan visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan.

Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan

Faktor-faktor penentu keberhasilan merupakan hasil kajian dari pilihan-pilihan strategi yang telah diuji dengan visi, misi dan nilai-nilai organisasi pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Melalui kajian yang cermat dan teliti telah dihasilkan faktor penentu keberhasilan yang melibatkan unsur-unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat. Faktor-faktor penentu keberhasilan berfungsi untuk lebih memfokuskan arah organisasi dalam rangka mencapai visi dan misi organisasi. Dengan demikian faktor penentu keberhasilan dapat diartikan sebagai faktor yang mempunyai daya ungkit besar untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Berdasarkan hasil pilihan strategi yang diharapkan dapat mendukung tercapainya visi dan misi organisasi pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, maka prioritas urutan faktor-faktor penentu keberhasilan tersebut meliputi:

  • Meningkatkan pemberdayaan masyarakat terutama keluarga miskin melalui keterpaduan program pemerintah, swasta dan masyarakat.
  • Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui keterpaduan program dan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga penelitian.
  • Meningkatkan kapasitas Koperasi dan UMKM melalui keterpaduan program, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kerja sama untuk meningkatkan daya saing.
  • Memanfaatkan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan modal sosial yang tersedia untuk meningkatkan daya saing serta mengantisipasi gangguan kamtibmas, bencana, dampak kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dan masuknya nilai-nilai dan budaya asing.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui peningkatan kapasitas daerah dengan penerapan prinsip-prinsip good governance.
Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn